Iklan

Penataan ulang

Sedang dalam penataan ulang. Silahkan nikmati dan bila ada yang kurang berkenan mohon maaf!

Showing posts with label TRESSHIL. Show all posts
Showing posts with label TRESSHIL. Show all posts

Dunia semakin panas

Mengapa dunia semakin panas? Dua hal yang menjadi penyebab.Panasnya bumi yang semakin tak terbendung karena pohon yang seharusnya tumbuh sudah berganti dengan pohon berakar besi, dan juga panasnya hati dan otak karena kebutuhan hidup yang semakin membuat manusia mengalami ketidak normalan hidup. Coba lihat saja gaya hidup sekarang, tidak ada lagi waktu yang longgar untuk anak-anak dan keluarga. Semua sibuk mencari "uang" untuk kebutuhan hidup, sekaligus kecukupan dan kalau bisa "segepok uang lagi" untuk memenuhi hajat "keroyalan plus kemewahan" hidup! Gila dan semakin gila! Semua sudah lari dari kodrat awal manusia diciptakan. Membuat keseimbangan hidup yang mampu membuat dunia semakin indah serta dipenuhi kerukunan yang dilandasi kesederhanaan dan kasih sayang. Bagaimana mungkin mengasihi sesama, kalau untuk keluarga sekalipun nggak ada lagi waktu tersisa?!

Kenyataan seperti ini membuat kita harus lebih banyak menyegarkan pikiran. Baik dengan lebih mendekatkan diri kepada "Sang Khalik" ataupun aktivitas hidup yang mampu membuat "hidup tidak cepat mati". Bukankah orang bisa disebut mati bila hatinya sudah tidak lagi mengenal sesama? Bukankah orang juga di sebut mati bila sudah tidak lagi bisa lagi melihat keindahan hidup dan dunia? Mati tidak hanya "lenyapnya nyawa dari raga", mati juga boleh diartikan bagi mereka yang sudah tidak lagi mengenal arti hidup!

Dunia memang semakin gila sehingga banyak orang kemudian menjadi mati. Aku sungguh tdak mengerti mengapa akhirnya bisa seperti ini. Kesalahan Tuhan atau kesalahan manusiakah? Bagi mereka yang tidak pernah "percaya Tuhan" tentunya akan menyalahkan-Nya. Ya, seandainya manusia diciptakan seperti binatang atau pohon, tentunya nggak akan pernah terjadi kondisi yang seperti ini. Bagi "mereka yang taat beribadah" dan selalu menyerahkan segala jalan kehidupannya kepada "Yang Maha Pencipta", tentunya sekalipun tidak akan pernah menyalahkan Tuhan. Bukankah manusia diberi kebebasan sepenuhnya untuk membawa kearah mana hidup mau dibawa. Semua kekacauan hidup ini karena "ketololan dan keserakahan" manusia sendiri karena mereka semakin menjauh dari"penciptanya".

Contoh kecil yang bersama kita lihat, tentang bagaimana panasnya hidup, kita bisa melihat gaya hidup para celebritis. Terkadang aku membatin. O..., seperti itu gaya hidup mereka. Pagi-pagi baru pulang kerja, rumah berganti mobil, malam melek siangnya tidur sebentar, langsung tancap gas lembur shothing lagi. O..., makanya hidup mereka juga "seperi orang gila". Kawin sebentar sudah cerai, pulang malam mabuk, nabrak orang, nyantai di klub malam sambil nyabu e....ketangkap polisii! Melihat ini semua aku cuma bis "ndomblong" (terlongong-longong heran). Aku.., tak bisa lagi kubayangkan seandainya hidupku juga seperti mereka. Aku tidak kepingin jadi "orang tolol dan serakah" yang membuat hidup tidak lagi dingin. Trus aku bertanya lagi dengan mereka yang setiap paginya harus berangkat kerja berdasi dengan sepatu mengkilap. Apakah gaya hidup mereka juga seperti para celebritis ataukah mereka lebih banyak punya waktu longgar? Asal jangan punya banyak waktu longgar karena bolos kerja saja. Sudah dikantor cuma baca koran , e...pulang pagi nggak nyampe rumah, ternyata sudah nongkrong di mall (atau lebih gila lagi. Sudah nyanggong di hotel!).
Panasnya dunia membuat panasnya bathok kepala. Semua jadi gila!!!!!

Dahulu kala ayam jago bisa bicara

Ini bukan cerita bohong! Sungguh-sungguh terjadi dan hingga saat ini buntut dari kisah ini masih dapat kita dengar dan kita rasakan setiap harinya. Kalau kalian nggak percaya silahkan ikuti dulu kisahnya kemudian baru bisa kasih komentar.

Saat itu belum dikenal yang namanya dokter. Tidak seperti sekarang ini, hampir setiap gang ada saja dokter yang buka praktek. Dari dokter gigi hingga dokter hewan. Dari orang  hingga bebek-pun  kalau sakit nggak perlu kuwatir lagi. Dokter banyak, mantri suntik banyak, perawat banyak, bahkan dokter-dokter gadungan yang ahlipun ruar biasa banyaknya. Wong sekarang bakul-bakul dipinggir jalanpun sudah pada pinter kasih resep sama orang yang lagi sakit, kok.

Ya..., waktu itu semua hewan termasuk ayam jago masih pintar bicara. Ngobrol sama sapi, kerbau, anjing dan manusia itu pekerjaan sehari-hari mereka. Kalau orang kasih makanan basi..e... jangan tanya. Melebihi wanita bawel omelannya. Bunyinya nggak gok..gokk..petok...petokkk atau kuk..kukk..ru..yuk..! Nggak.. nggak! Kukuruyuk hanya mereka lakukan saat bangun tidur atau ketika mereka menang bertarung. Hu... kalau kalian bisa dengar sendiri seperti pada saat itu, aku tanggung kalian akan lari terbirit-birit dengar umpatannya.

Karena ayam jago terkenal dengan ocehanya yang menyakitkan, akhirnya timbul rasa sakit hati setiap orang. Mereka punya niatan untuk menghabisi setiap ayam jago. Akhirnya satu demi satu ayam jago terkapar tewas ditangan manusia. Kepala suku ayam. Sang jago yang ruar biasa besarnya, dan dijadikan sesepuh sekaligus pimpinan ayam, sangat prihatin melihat rasnya satu demi satu mati berkalang tanah. Karena beban pikiran yang sangat berat  dan berlarut-larut, sakitlah si kepala suku ayam. Mau tidak mau dia dibawa berobat kepada manusia yang tahu othak-athik daun dan akar untuk dibuat ramuan obat. Melihat Kepala suku datang dan minta berobat, giranglah manusia. "Ini dia yang selama ini di cari dan susah ditemukan. Akhirnya datang sendiri untuk menyetorkan nyawanya", seru manusia dalam hatinya.  Si kepala suku menyadari akan hal ini, tetapi dia sudah berserah diri. Benarlah, ketika si Kepala suku ayam ini di beri ramuan obat, dia tidak bertambah baik, malah bertambah kesakitan. Perutnya seakan mau pecah dan terasa panas sekali. Menyadari yang diberikan bukan obat tetapi racun yang sangat mematikan dan membuatnya kesakitan luar biasa, tercetuslah sumpah si ayam. Sambil mengerang dia berteriak menggelegar hingga seakan langit akan runtuh,"Hai... manusia.., terkutuklah engkau yang begitu jahat. Sama sekali bangsaku tidak pernah membunuh satupun bangsamu (ya, nggak bakalan mampu, ya ?!), tetapi tega-teganya engkau menghabisi seluruh bangsaku. Terkutuklah engkau dan aku bersumpah", si kepala suku masih melanjutkan  kutukannya sambil menggelepar, "Karena engkau tega menghabisi bangsaku, seumur semesta ini lihatlah, aku dan seluruh bangsaku yang telah kau bunuh akan tinggal di dalam perut kalian. Aku akan berteriak lantang setiap harinya apabila kalian terlambat memberi makan. Suaraku akan terdengar dari dalam perutmu dan akan kucocok perutmu hingga sesakit-sakitnya. Semakin terlambat maka akan semakin keras kucocok dan teriakkupun akan semakin kukeraskan. 

Manusia yang mengerumuninya terbelalak kaget dan menyesali kejadian itu. Semuanya sudah terlanjur. Esok paginya mereka semua kaget, karena baru kali itulah mereka mendengar suara ayam jago dalam perut mereka dan sakitnya semakin minta ampun begitu perut tidak cepat diisi. Kejadian ini jadi buah bibir di semua sudut bumi dan tidak akan berhenti hingga kiamat datang. 

Ya...Kutukan kepala suku ini hingga sekarang dapat kita rasakan. Kapoklah kita semua karena kejahatan kita manusia berakibat ke anak, cucu, cicit hingga cucunya cicit, cicitnya cicit hingga cicitnya cicitcicitnya...cicitcicitcicit cuat cuit....Nggak tahulah! Urutkan saja sendiri.

Makannya jadi manusia jangan jahat. Beginilah akibatnya !!!!

Peran Wanita dalam Politik dan Pembangunan Bangsa

Sejarah tumbuh kembangnya bangsa kita bila kita runut dari sejarah terbentuknya NKRI, tidak hanya dimulai abad ke 19, tetapi jauh sebelum itu, ketika bangsa ini masih tercecer sebagai kerajaan-kerajaan yang tumbuh dan runtuh secara bergantian, peran wanita ternyata begitu besarnya. Sebelum Era RA Kartini yang menjadi pahlawan emansipasi wanita, peran yang lebih besar terukir dalam sejarah bangsa. Berdasar sejarah yang ada, pernah muncul seorang raja perempuan yang dikenal sebagai Ratu Shima di jaman yang jauh sebelum Mataram berdiri. Kemudian pada masa perjuangan melawan penjajah Belanda, bertempur dengan tegar dan gagah berani seorang pahlawan bangsa. Cut Nya Dien!!! Barulah RA Kartini berjuang untuk bangsa demi peran wanita untuk dapat berdiri sejajar dengan para pria dalam peran membangun kemajuan bangsa dan negara. Bukan berjuang dalam medan tempur yang penuh desingan peluru, melainkan berjuang untuk harkat dan martabat kaum wanita.

Bagaimana dengan gereget wanita Indonesia pada masa sekarang ini? Wanita Indonesia perlu memberikan jawaban yang kongkrit dengan suatu wujud yang nyata dalam memberi kontribusi terhadap maju mundurnya bangsa dan negara. Bukankah selama ini sudah banyak para wanita yang berperan aktif dalam politik, ekonomi, sosial, budaya dan Hankam ? Itu adalah jawaban klasik yang menjadi andalan siapapaun. Mereka tidak pernah melihat sampai seberapa besarkah peran wanita terutama bila diperhitungkan dari prosentase yang aktif terlibat di dalamnya. Termasuk bidang bisnis dan beberapa yang lain seperti bidang politik. Bukankah wanita Indonesia jumlahnya lebih dari pria ?

Kalau kita secara obyektif melihat dan membuktikan di lapangan, ternyata peran wanita masih sangat kecil sekali dalam perkembangan bangsa ini. Mereka lebih banyak berperan dalam bidang-bidang yang kecil dan sederhana. Meskipun kita tidak boleh memandang remeh terhadap hal tersebut. Misalnya hanya sebagai ibu rumah tangga, TKI, pembantu rumah tangga dan buruh-buruh di pabrik. Seharusnya kalau bangsa ini tidak luluh lantak dari segala lini pembangunan di masa ORDE BARU, peran wanita akan jauh lebih besar dari masa sekarang ini.

Satu contoh besar yang terjadi. Bidang politik adalah satu media atau sarana dan tempat terdepan dalam memberi pengaruh bagi maju dan mundurnya bangsa. mengapa bisa demikian? Politik adalah suatu cara untuk menguasai yang dilakukan oleh sekelompok orang. Banyak hal yang mampu dikuasai atau menjadi target politik. Satu yang terbesar adalah menguasai pemerintahan Negara Republik Indonesia. Seberapa besar peranan mereka? Mungkin kalau dilihat dari beberapa wanita yang terlibat dalam geliat politik di tingkat elit (Nasional) terlihat cukup banyak, tetapi kalau kita mau turun sampai ke akar rumput, ternyata kondisinya amat menyedihkan sekali. Betapa tidak! Hanya beberapa gelintir wanita yang mau dan sadar utnuk terlibat dalam pergolakan politik. Sebagian terbesar hanya terlibat karena dibutuhkan sebagai pelengkap dalam organisasi politik. Contoh yang nyata adalah dalam PEMILU Legislatif yang lalu. Masih banyak partai yang tidak mampu memenuhi 30 % kuota wanita. Bahkan partai besar sekalipun ada yang tidak mampu untuk merekrut apalagi menggeret para wanita untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon. Bukan salah partainya, tetapi...................... Berlanjut

Samakah Manusia dan binatang?

Sebelum saya menuliskan apa yang menjadi pemikiran saya ini, aku harap rekan rekan tidak langsung menanggapinya dengan emosional. Sebenarnya antara manusia dan hewan diciptakan dalam keadaan dan bentuk yang sama sekali berbeda. Bahkan kalau kita pernah belajar tentang sejarah penciptaan manusia (moga-moga jangan nggak pernah), sangat jelas sekali perbedaan proses penciptaan antara keduanya. Disebutkan dengan jelas bahwa manusia diciptakan sebagai satu-satunya makhuk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, yang dibuat tidak hanya dengan kata-kata Tuhan tetapi harus melalui proses yang rumit. Sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan penciptaan hewan atau bahkan alam semesta yang luar biasa dahyatnya ini.

Sesungguhnya,harusnya manusia memang harus berbeda jauh dengan binatang, karena manusia diciptakan dengan keunggulan yang jauh dari binatang. Kita sebagai manusia dikaruniai dengan akal budi yang hebat, yang membuat manusia mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Sangat jauh jika dibandingkan dengan hewa. Hewan yang paling pintar sekalipun! Tetapi sayangnya, kelebihan itu tidak bisa dimanfaatkan manusia dengan sebaik-baiknya. Yang lebih menyedihkan, manusia, baik dimasa sebelum kita lahir hingga detik ini cenderung meniru sifat-sifat atau perilaku binatang. Tidak hanya seperti kancil yang dikatakan suka menipu, manusia juga seperti kucing yang suka mencuri. Ada yang lebih dari itu. Manusia banyak yang doyan membunuh sesamanya. Salahkah kalau dikatakan tak ada bedanya manusia dan binatang. Banyak sekali contoh yang ada dalam kehidupan di sekitar kita. Dari yang sederhana, ngomongin tetangga sampai tega-tegannya membunuh tetangga atau teman hidupnya hanya karena masalah yang sederhana.

Dengan kenyataan yang seperti ini, sudah seharusnya kita sebagai makluk yang paling luhur untuk bersama-sama mencoba menciptakan sebuah fenomena yang baru tentang manusia. Bukan manusia yang seperti binatang, tetapi banusia yang lebih baik segalanya dari binatang. Sebuah era baru di mana manusia tak lagi bisa disamakan dengan binatang. Tak ada lagi kata-kata "anjing, kau!" atau "dasar anjing". Untuk itu mari bersama-sama kita nyanyikan lagu Rhoma Irama.... dan banyak lagi yang lainnya...ha..haa..haa...hha... (entah itu "babi, lu" atau yang lain!).

Monggo menurut anda seperti apa sebetulnya. Sama nggak manusia dan binatang?

Blog, blogger dan internet

Inilah satu wahana yang sebenarnya sangat menarik untuk terlibat di dalamnya. Dunia yang harus di dipetualangi dengan ketelatenan, tekun dan pantang menyerah. Membicarakannya tentu tak akan lepas dari perkembangan penggunaan internet yang pada saat ini berkembang dengan sangat luar biasa, baik dari kecepatan pertumbuhan maupun jumlah pengguna blog. Internet dan blog ibarat anak dan induknya, oleh karena itu semakin tinggi kwantitas pengguna internet akan semakin banyak juga pengguna blog. Kalau waktu-waktu kemarin internet cukup sulit untuk diakses di daerah-daerah terpencil (jauh dari kota !), saat ini orang desa bisa dengan nyaman nge-net sambil tiduran. Bukan lagi sebagai barang antik yang susah dicari dan digunakan.

Perkembangan yang terjadi di bidang elektronika, khususnya teknologi komunikasi, komputer dan khususnya telepon genggam (HP), menjadi pemicu meledaknya penggunaan internet dan kemajuan dunia blog khususnya. HP yang dilengkapi fasilitas internetan membuat orang bisa mengakses internet dimanapun dan kapanpun. Mau di kantor, di perjalanan atau bahkan di WC sambil buang hajatpun bisa. Peran vendor-vendor HP dari China juga menjadi salah satu faktor peningkatan pengguna internet yang cukup signifikan. Harganya yang terjangkau dengan fasilitas komplit termasuk akses internet, membuat kita yang berkantong tipis tidak terlalu kesulitan untuk bisa menggegamnya sekaligus memanfaatkan untuk berpetualang di dunia maya. Bagi yang malas pakai HP karena bentuknya yang terlalu kecil, saat ibi juga beredar modem-modem untuk akses internet yang bisa di hubungkan dengan PC. Bahkan ada juga HP modem dengan harga yang cukup murah. Atau yang pengin begadang ramai-ramai bisa ngenet di warung-warung internet yang biasannya melayani 24 jam penuh.

Kelebihan dan kekurangan terjadi pada apapun. Begitu juga blog khususnya dan internet pada umumnya. Semuanya tergantung dari penggunanya. Segala macam hal bisa kita temukan di dalamnya. Dari iklan bakso sampai informasi dari seluruh penjuru bumi. Dari yang membuat cerdas hingga yang merusak moral semua tersedia. Tinggal kita mau ambil yang mana. Berita yang paling barupun dengan mudah bisa kita dapatkan. Internet membuat dunia seakan tiada berbatas lagi.

Untuk para blogger... selamat begadang. Tuangkan isi pikiran dan buat dunia semakin tenggelam dalam duniamu. Untuk yang baru memulai..., ayo maju terus pantang mundur...sebagai anak bangsa.....tentu kita bisa...! Lebih cepat lebih baik....! asal jangan cepat putus asa dan putus tali kolornya...!!!!!!!!!!

Hati-hati...! Anakpun bisa stress.

Potensi anak ibarat balon. Ada yang besar dan ada yang kecil. Tidak hanya poensi kearah yang baik, tetapi termasuk di dalamnya adalah potensi lain yang sebenarnya tidak bagus untuk anak. Semakin banyak udara di pompa ke dalamnya maka akan semakin besarlah balon tersebut. Tumbuh kembangnya potensi anak tergantung pada pembelajaran yang terus diterimanya. Pembelajaran yang tak lain bertujuan menghasilkan anak-anak yang mandiri. Bukan hanya mandiri dalam mencari nafkah, tetapi juga mandiri mengembangkan kemampuan fisik, mental, sosial dan sisi emosionalnya.

Perkembangan jaman membuat anak-anak, tidak hanya di kota besar, tetapi bahkan di wilayah pedesaan mengalami gejolak kebudayaan. Orang tua yang sibuk, cepatnya perkembangan pengetahuan berkat informasi yang mengalir bagaikan sumber air di pegunungan, tuntutan menguasai berbagai ketrampilan, kemampuan menyesuaikan diri dengan kehidupan masa kini, serta gencarnya serbuan informasi dan budaya asing membuat anak mudah kehilangan arah. Munculah tekanan yang mengakibatkan stress.

Peran keluarga dalam proses tumbuh kembangnya anak sangatlah penting. Membawa anak menjelajahi lingkungan dan membiasakan menjalin hubungan antar sesama, selain menimbulkan penghayatan yang mendalam juga akan membukakan pikiran, wawasan, serta perkembangan pribadi anak. Diperlukan kerjasama terpadu antara orang tua, pendidikan sekolah, luar sekolah dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.

Selain hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan psikologi, makanan yang di berikan untuk anak juga perlu diperhatikan dengan baik. Berdasar kajian hasil riset, diperoleh data bahwa beberapa kandungan dalam makanan mempunyai peran terhadap terciptanya stress anak. Gejala stress pada anak akan meningkat apabila terlalu banyak mengkonsumsi gula dan kafein, yang sering terdapat dalam kue, kudapan, biskuit, cake, permen dan beberapa makanan yang lain.

Bagaimana pengaruh stress terhadap tumbuh kembangnya anak?

Stress yang hebat lambat laun akan mempengaruhitubuh anak. Tidak hanya berpengaruh secara fisik saja, stress juga sangat mempengaruhi terhadap sisi psikologi dan emosi si anak. Rasa was-was, cepat marah, frustasi, kesulitan bersosialisasi atau menyesuaikan diri, dan lambatnya reaksi merupakan beberapa akibat yang ditimbulkan oleh stres.

Dengan berbagai hal yang memungkinkan terjadinya stres pada anak, perlulah kiranya orang tua memberikan perhatian yang lebih, dalam arti memberikan perhatian yang mampu menghindarkan anak-anak untuk mengalami stres. Perhatian dalam bentuk kasih sayang, menjaga makanan, melatih anak bersosialisasi, tidak menakuti anak dan terutama memberi teladan kepada anak untuk selalu dekat dengan TUHAN.

Bocah Ndeso 1

Sebelum membaca cerita ini, perlu saya sampaikan kepada siapapun yang tertarik mengikuti kisah ini; semua yang terpaparkan di bawah merupakan peristiwa yang dialami dalam kehidupan nyata. Semoga kisah ini bisa menjadi refleksi diri sehingga hidup ke depan akan bertambah baik dalam segala sisi. Bagi yang namanya sama dengan cerita dalam kisah ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena bukan maksud kami untuk menyinggung perasaan. Diluar itu kami berharap apa yang terbaca nanti mampu menghilangkan segala penat pikiran (TRESSHIL=Stress Hilang) karena ternyata hidup sangat indah saat kesungguhan melingkupi hadir dalam penderitaan.

Sebut saja namaku: Brandhall ! Aku lahir tak lama (nggak lebih dari duapuluh tahun) setelah pemberontakan G-30 S PKI ( orde baru menyebutnya seperti itu. Entah bagi yang lain!). Orang tua ku petani miskin yang tidak punya lahan garapan. Ini membuat aku nggak bisa seperti orang gedongan yang segalanya tinggal minta dan perintah. Memang ada tanah kebun dibelakang rumah meskipun secuil. Oleh bapak ku tanah itu ditanami sayur-sayuran hingga cabe rawit, sehingga hampir tiap hari simbok ku tak perlu harus pergi ke pasar untuk beli kebutuhan sehari-hari. Meskipun begitu orang tua ku bukan orang yang kolot dan goblok. Beruntung sekali aku! Hanya satu cita-cita mereka. Anak-anak harus sekolah! Tidak boleh nantinya hidup seperti mereka. Masih terngiang-ngiang ditelingaku ucapan bapak waktu aku seminggu membolos dan ketahuan bapak (waktu itu aku kelas 3 SMP). " Ndal..., bapak sedih banget ngerteni yen kowe mbolos olehmu sekolah. Kowe ngerti, Ndal....., ngopo kowe tak sekolahke senajan bapak ki ra gablheg opo-opo? Rekoso tenan anggone bapak lan simbok mu golek ragad kanggo nyekolahke kowe lan adi-adi mu. Kabeh wong ngerti yen bapak mu ditelahi wong sing ora nduwe wudel lan ora ngerteni wayah awan utowo wengi. Bener kandhane wong-wong mau, ndal. Pancen tak lakoni nyambut gawe nganti ora ngerti wayah lan, sikil tak gawe sirah lan sirah tak gawe sikil. Opo to sebabe yen kowe pingin ngerti?", ngendikane bapak karo leyeh-leyeh neng amben sak jejere aku lungguh. Karo unjal ambegan bapak ku ngendhiko maneh, " wiwit cilik tekan saiki bapak lan simbok mu durung tau ngrasakke sing jenenge urip kepenak. Mulo bapak mung duwe gegayuhan, yen kowe lan adhi mu ora keno nglakoni urip sing koyo bapak mu iki. Mulo ..., kowe ngertiyo, Ndal..., sekolaho sing becik mumpung bapak isih rosa le nyambut gawe kanggo ragad sekolah. Yo mung lumantar sekolah mu kuwi sesok mben kowe bakal ngrasakake urip sing mulyo! Urip sing kepenak! Ora kudu buruh macul lan sing jelas opo-opo tansah gampang kedurusan. Eling-elingono wlinge bapak mu iki, Ndal. Wis rekosone urip tak pek e ndewe, lan ojo pisan anak putuku nglakoni." Sak wise unjal ambegan trus bapak ngendiko maneh," Wis sesuk mangkato leh mu sekolah mundak adik-adik mu ketularan mbolos". Esuke aku trus mangkat sekolah lan wektu kuwi ndadekake aku sadar kudu sregep sekolah lan mulai longko dolan sebab aku nduwe roso melas karo bapak ku. Saben bali sekolah aku mbantu bapak nyambut gawe. Mbuh opo wae tak lakoni supoyo iso kanggo ngentheng-enthengi wong tuwo.

Rikolo nulis iki aku ora biso nahan eluh ku kelingan kahananku wektu semono. Sungguh!! Aku benar-benar bersyukur kepada yang di Atas. Bersyukur mempunyai orang tua yang sungguh bijaksana dan mau berkorban apapun untuk kemajuan anaknya.

Sekarang bapak dan simbok ku sudah tua. Aku dan ke empat adik ku sudah bisa menyelesaikan sekolahnya semua. Kami saling membantu pada saat salah satunya menderita atau kekurangan. Segala syukur kepada Tuhan yang Maha Penolong, aku dan semua adik ku bisa hidup lebih baik. Meskipun tidak kaya tapi aku merasakan ketentraman dalam hidup ku.

Seperti cerita hidup ku, masa laluku menjadi cermin dan teladan bagi hidup. Hidup dalam kesengsaraan membuat aku lebih mengerti bagaimana harus hidup. Bagamana memahami sesama dan bagaimana aku harus hidup ditengah masyarakat yang majemuk.

Terima kasih bapak... simbok...!!!


Moga-moga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. Lain waktu akan ku tulis kisah hidup ku lagi dari saati aku mulai bisa mengingatnya......

Ketakutan karena melihat kaki pencuri

Ya namanya saja anak kecil. Mesti harus dimaklumi. Tapi bagiku, pengalaman ini sungguh terasa kebangetan banget. Tapi anak kecil mana yang nggak takut kalau ada pencuri (maling) yang naik tempat tidur dan menerapkan kesaktianya di situ. Terus terang aku sampai gemetaran tidak karuan. Bahkan tempat tidur jadi ikut bergetar karena ketakutan tiada tara. Masih kelas dua SD saat ini terjadi.

Seperti biasa aku tidur bersama adikku yang masih duduk di TK. Ya, meskipun aku lima bersaudara, tapi kalau urusan tidur aku paling suka dengan adikku yang satu ini. Dia penurut, tidak pernah rewel, cepat tidur dan yang terutama: dia tidak mendengkur! Soalnya aku paling nggak bisa tidur kalau ada suara dengkuran. Apalagi dengkuran yang keras. Bisa-bisa aku nggak bisa tidur semalaman.

Sekitar jam 02.30 WIB (pagi) aku terbangun karena tempat tidurku bergoyang-goyang. Sialnya, kebetulan sekali aku aku tidak begitu saja bangun. Karena posisiku miring, aku cuman sedikit mengejapkan mata untuk melihat siapa yang naik tempat tidur atau mau turun. Mungkin dasar apes dan mata yang masih lengket, begitu aku mengejapkan mata, yang kulihat adalah kaki yang berdiri tepat di sebelahku. Sama sekali aku nggak sempat melihat wajahnya karena saking kagetnya. Deg....! Pasti pencuri, pikirku. Jantung langsung berdebar sangat kencang. Tiba-tiba saja ketakuatan yang tak terkendalikan menguasaiku. Pikiran meloncat-loncat tidak karuan. Ketakutan ku semakin memuncak karena suara lolongan anjing terdengar di kejauhan. Kata orang tua, kalau ada anjing melolong biasanya ada orang jahat atau orang mati. Matilah aku!!! Saking takutnya kutengkurapkan wajah ku di atas bantal. Sangat pelan karena kuwatir pencuri melihatku. Aku mencoba mengintip lewat sela-sela bantal. Aduh...! Kakinya masih tegak berdiri di sebelahku. Habis sudah sisa keberanian yang ada. Tiba-tiba seperti ada air yang diteteskan di bagian pantatku. Entahlah, karena saking takutnya, mungkin, dalam pikiranku aku membayangkan bahwa aku sedang di beri japa mantra oleh si pencuri. Tubuku benar-benar bergetar. Aku semakin bertambah takut. Aku cemas, jangan-jangan pencurinya tahu kalau aku dalam keadaan melek. Rasannya lebih baik pingsan saja saat itu. Setelah cukup lama menunggu akhirnya gerakan di tempat tidur sudah tidak ada lagi. Kuberanikan diri untuk melihat. Hah...., lega rasanya. Orang itu sudah tidak ada lagi di tempat tidur.

Berjingkat-jingkat aku turun dari tempat tidur. Bukan untuk mencari pencuri yang sudah tidak kelihatan. Mana aku berani! Aku sedang bersiap untuk lari ke kamar ayah ku. Begitu aku teriak Pak... mau pipis......!!!!! Aku langsung meloncat tunggang langgang ke arah kamar ayahku. Kutabrak pintunya yang tidak tertutup rapat dan aku langsung menceriterakan apa yang terjadi pada ayahku. Kami berdua membangunkan yang lain. Ada yang pegang sapu, ada yang pakai martil dan ada yang pegang besi. Kami buka seluruh ruang yang ada. Semua pintu di cek. Ternyata sama sekali tidak ada tanda-tanda orang masuk.

Esok harinya barulah semuanya menjadi jelas ketika adikku yang selalu tidur bersamakau mengatakan kalau semalam dia mau buang air kecil tapi dia kebingungan karena ragu mau membangunkanku untuk mengantarnya pipis. Aku hanya bisa mengatakan ; Sial! Benar-benar sial!!!!!!

Bila Suami Penasaran

Peringatan!!!
Untuk anak dibawah 16 tahun dilarang meneruskan mengikuti cerita ini!!!!!

Sebelum aku ceritakan semuanya, aku mohon maaf kepada seluruh pembaca karena cerita ini sedikit jorok. Mengapa harus kuceritakan? Lho, katanya di dunia blogger semuanya harus berbagi. Kecuali teman tidur, katannya. Katanya...! katanya...! Sedikit-sedikit katanya! Emang nggak ada katanya yang lain. He.....heee.heeeeee.heeeee..,.Aku jadi ketawa sendiri.....! Sebentar aku tak ketawa dulu katanya. Inilah awal mula cerita ini dimulai...

Syahdan.... Aku punya tetangga. Nggak tetangga dekat, sih. Namanya pak Pardi. Istrinya biasa dipanggil bu Sri. Suatu ketika aku ngobrol sama pak Pardi saat kondangan manten. Asyik! Bener-bener asyik ngobrol ma dia. Nggak pernah kehabisan cerita. Sambung menyambung menjadi satu, tapi panjaaaaaaaaaaaaaang banget. Cerita punya cerita, dus akhirnya sampailah kepada masalah yang sedikit menyentuh ke arah rumah tangga.

"Dik Blogger,... (haa...haaa....haaa ...emangnya aku blogger beneran) sampeyan khan belum berkeluarga", dia melirik kearah ku dengan sedikit menyipitkan matanya sebelah, sementara bibirnya tersenyum memperlihatkan sedikit giginya,"banyak sekalihal-hal dalam keluarga yang harus dipelajari sebelum sampeyan memutuskan untuk membangun keluarga", asap dimulutnya mengepul di tiupkan ke arah ku.
Aku jadi tersenyum dan menimpali, "gimana to, pak?".
" Jika orang sudah berkeluarga, suami ataupun istri harus terbuka satu sama lain."
" Ya, memang seharusnya begitu, kan, pak?!" aku menyahut.
" Itu benar! Tapi khan tidak semua berjalan sesuai teori ataupun kaidah-kaidah rumah tangga yang berlaku."
" Kok bisa begitu, pak Pardi. Mestinya suami istri harus pegang komitmen,dong. Kalau terjadi seperti itu kacau nanti keluarga!", aku sedikit protes.
" Lha, sampeyan bener, dhik. Tapi kan sampeyan mendasarkan pada nilai ideal sebuah keluarga. Tidak semuanya bisa seideal itu. Coba saja nanti kalau dik blogger sudah menikah. Pasti banyak hal baru yang kadang-kadang tidak cocok dengan teori".
" Ada satu cerita menarik sebagai contoh bila sebuah keluarga tidak ada keterbukaan", sambil mengambil korek dia melanjutkan,"Hal sederhana tapi berakibat fatal."
" Gimana, pak?", aku memotongnya.
" Peristiwa ini di alami oleh pak Kamto", dia menoleh dan bertanya pada ku," Dik, kalau seorang wanita sudah diperistri bolehkah suami melihat "barang" istrinya?"
" Ya harus boleh , dong ! Toh kalau pingin "begituan" pasti sama-sama lepas pakaian! Kalau nggak boleh, nggak usah menikah saja sekalian !", aku semakin panas dan heran.
" Itulah yang dialami pak Kamto. Dulu..., tapi itu dulu! Sekarang sih sudah enggak."
"Kok bisa berubah, pak? Gimana ceritanya?", aku jadi tak sabar mendengarnya.
"Waktu itu Pak Kamto sering mengeluh kepada ku. Dia selalu bilang. Senang ya, kamu. Tidak seperti aku. Masak cuma kepingin... sekali saja, melihat barang dia (maksudnya istri pak Kamto) kok nggak pernah diperbolehkan. Enakan kamu ! Mau tiap haripun boleh-boleh saja. Bisa-bisa aku STRESS dibuatnya". Mendengar seperti itu aku paling-paling bilang " Ya... pelan-pelan...dibujuk gimana caranya supaya boleh untuk di lihat. Masak seperti itu saja bikin strees. Toh nggak lihat juga nggak apa-apa!"
Dan dia pasti menjawab, " Lha iya wong kamu bisa tiap hari lihat. Kayak aku, nih. Sekali saja belum pernah! Masa sudah 20 tahun menikah nggak pernah tahu rupa barang istriku". Kalau sudah sampai di situ biasanya dia mulai emosi.
Sampai suatu ketika di mampir ke rumah lagi. Baru ku bukakan pintu pak Kamto sudah mengacungkan jempolnya sambil ngomong, "berhasil, Di, berhasil... Pokoknya aku sukses kemarin". Aku jadi bingung di buatnya. "Berhasil....berhasillll... Sukses...suksess...sukses....!!!!", dia masih terus mengucap sambil senyam-senyum nggak karuan. Kayak orang nggak waras.
" Apanya yang beres...berhasilll, sukses itu? Cerita itu ya mbokyao dari awal biar dhong, gitu lhoh!"
Sambil menuju tempat duduk dia berkata penuh semangat, "aku sudah berhasil melihat barang istriku! Nggak cuma semenit dua menit! Setengah jam lebih! Gila...!!!", nyerocos saja pak Kamto. Aku yang malah jadi penasaran. Langsung saja "bruk" kulemparkan pantatku di sebelah pak Kamto. Pingin tahu lanjutan ceritanya.
" Kamu tahu, khan aku sering mengeluh tentang barang istri ku?"
" Ya. Tiap ketemu!"
" Kemarin tiba-tiba aku punya akal. Istriku khan kebetulan diare. Melihat istriku keluar masuk WC, tiba-tiba saja muncul pikiran jelek di pikiranku. Tapi ku biarkan saja, toh inilah cara satu-satunya untuk bisa melihat barang istriku. Maka kuambil cabe di dapur, kuhancurkan dan kemudian aku campurkan ke dalam air di bak mandi. Benar saja perkiraanku! Tak berapa lama setelah istriku kembali keluar dari WC dia merintih-rintih minta tolong. Pak, tolong sini, pak. Cepat!!!! Tolong! Istriku teriak-teriak dari kamar. Aku lari ke kamar secepat kilat karena pikiran sudah begitu senangnya. Inilah saatmu, Kamto! Brak..!!! Aku langsung mendorong pintu keras-keras. Pura-pura nggak tahu ada kejadian apa. Dan...Ahoiiii Benar-benar hebat...!!!!!! Terbelalak aku! Istriku sedang mengipas-ngipas barangnya sambil merintih-rintih. Aduh panasnya....aduh panasnya....!!! Pak tolongin aku ,pak. Panas sekali! "Apanya ? Apanya ?", aku pura-pura nanya. Ini, pak. Dia menunjuk kearah barangnya. "Lho, kok bisa?", Aku pura-pura nggak ngerti lagi. Iya..., aku khan lagi diare. Aku tadi ke WC tapi lupa barusan pakai obat gosok. Panas nih jadinya. Tolong di kipasin, pak. Wah kalau seperti ini ibaratnya "bagai orang mengantuk, disorongkan bantal". Tanpa ba..bi..bu.. Nggak kipas yang aku ambil, tetapi mulutku sendiri yang ku gunakan untuk meniup. Sambil senyum-senyum pikiranku cuma "ini to...barangmu...bu....Kena sekarang kamu....Rasain kau... aku berhasil.,..aku berhasilllll ...aku berhasilllll"
Pak Kamto menepuk pundak ku dengan keras melihat aku terlongong-longong seperti sapi ompong!
"Aku kaget", pak Pardi kembaali berbicara padaku.
" Saat itu terbayang dalam imajinasiku seperti apa kejadian yang dialami pak Kamto!!!".
Aku dan pak Pardi tidak lama kemudian pamitan sama yang punya hajat.
Sambil berjalan pulang dalam pikiranku cuma ada satu kata. "Gila!"

Cerita di balik gempa

Gempa bumi kemari mengingatkan aku terhadap peristiwa beberapa waktu yang lalu. Aku nggak begitu ingat persis kapan waktunya, tetapi yang jelas peristiwa ini kualami pada saat terjadi gempa bumi. Waktu itu aku bertiga pergi ke luar kota. O.., ya..., aku pergi bersama 2 orang temanku. Mancing di Tuntang, Salatiga. Berangkat pagi-pagi sekali dengan menggunakan mobil tua Colt T tahun 1979. Ya.., meski tua lumayan bisa buat pergi sama teman-teman daripada bingung di rumah.Setelah seharian mancing kami pulang dari Tuntang sekitar jam 18.30 sehabis Maghrib.

Kami pulang santai-santai saja, toh paling-paling nyampe rumah tinggal goreng ikannya trus makan malam. Semua hasil mancing sudah ku bersihkan di sungai kecil di sana. Bilas sebentar, goreng..trus makan...dan ngobrol sambil makan hasil pancingan. Sementara aku asyiik pegang kemudi, satu temanku rupanya sudah begitu kelelahan dan tak terdengar lagi nada kehidupannya. Tinggal aku berdua ma temanku jalan sambil ngobrol.

Sampai sebelum Ungaran, aku pinggirkan mobil karena tiba-tiba terasa mau "pipis". Karena cari tempat yang sepi, aku cari tempat berhenti agak jauh dari kampung. Lha..., pada saat aku sama teman ku ngumpet untuk buang air kecil itulah peristiwa ini terjadi. Sama sekali nggak pernah terpikir akan terjadi seperti ini. Siapapun juga nggak akan pernah menduga. ini semua karena kekuasaan Tuhan dan kekuasaan alam. Waktu itu baru beberapa saat setelah aku dan temanku yang ikut "ngumpet" saling memberitahu kalau terjadi gempa, tiba-tiba dari arah mobil terdengar teriakan "hantu.....hantu....hantu....." suara terdengar keras dan semakin lama semakin menjauh. Aku kaget, tetapi aka hafal kalau itu suara temanku yang masih tidur di mobil. Secepatnya aku mengejar kearah suara temanku. Tapi gila, suara itu sangat cepat hilang. Semakin jauh semakin jauh dan tidak terdengar lagi.
Apa boleh buat aku kembali ke mobil dan kucari temanku kearah suara tadi terdengar. Cukup jauh! Hampir 3 kilometer baru aku ketemu temanku di warung bensin pinggir jalan. Dia duduk bersandar di balok penyangga warung. Nafasnya ngos-ngosan, terlihat seperti orang yang mau pingsan. Matanya sedikit menyipit seperti orang mengantuk. Begitu melihatnya, aku langsung turun dari mobil untuk mendekatinya. Jangan-jangan dia kehabisan nafas dan.....?! Terdengar dengan pelan dia terus mengumpat! Kurangajar....! Kurangajar...! Barulah setelah naik ke mobil dia cerita bahwa dia terbangun karena mobilnya ada yang menggoyang-goyang dan tidak ada satu orangpun di dalam atau di luar mobil. Dia sangat ketakutan karena prasangkanya adalah hantu! Larilah dia seperti orang gila. Untung saja nggak habis nafasnya. Bisa jadi lebih runyam!

Hidup Perlu Ketawa

Dunia sudah tidak seperti pada saat Majapahit atau Sriwijaya berdiri. Jauh... dan mungkin sangat jauh berbeda. Apalagi kok harus membandingkan dengan jaman yang kita sendiri nggak bisa membayangkan seperti apa keadaanya pada saat itu. Nggak usah jauh-jauh kita lihat saja dekade 80-an dan sekarang. Sangat jauh berbeda! Kemajuan yang dialami, perkembangan dunia secara global dan terutama pacuan akan pemenuhan kebutuhan hidup. Dari soal makan sampai soal
membiayai anak sekolah. Aku masih teringat pada tahun 1982, ketika kakakku masih kuliah di Universitas Diponegoro, Semarang, orang tuaku hanya memberi biaya Rp. 75.000,- setiap semesternya sebagai uang pembayaran SPP. Uang untuk makanpun tidak seberapa besar. Kata kakak ku, kalau aku tidak salah mengingatnya, untuk sarapan pagi dengan telur dadar plus pecel cuma seharga Rp. 750,-. Puih...! Gila banget! Mana ada sekarng makan nasi pecel plus telor dadar seharga segitu. Orang telurnya sendiri sudah mendekati seribu rupiah. Trus kira-kira enak hidup di jaman sekarang atau di jaman yang kemarin-kemarin, ya ? Aku sendiri kalau boleh memilih mendingan hidup di tahun-tahun yang jauh ke belakang. Hidup jaman sekarang pusing!!!!

Keadaan di era globalisasi ini memang membuat runyam masyarakat yang hidupnya jauh dari pas-pasan. Boro-boro mikir anak sampai kuliah di Perguruan tinggi, orang buat makanpun mesthi kerja dulu baru dapat berasnya. Tapi aku juga nersyukur, meskipun aku tidak kaya (dalam arti aku memang miskin sekali) sampai detik ini Tuhan memberiku badan yang bugar. Kadang aku bingung dan kuwatir juga melihat peta perkembangan penyakit yang tumbuh dal lahir baru disetiap waktu. Ada flu burung, flu babi dan entah apa lagi. Satu hal yang membuatku semakin bingung dan heran adalah masalah penyakit yang dulu jarang terjadi, kalaupun terjadi biasanya hanya dialami para orang tua, sekarang sudah tidak pandang bulu. Nggak milah-milah tua ataupun muda. Seperti stroke misalnya !!!! Hemmmm...!!! Sungguh gila dan aku tak bisa memikirkan kenapa bisa terjadi seperti itu.

Daripada tidak sanggup memikirkan dunia yang semakin bikin pusing kepala, yo kita bareng-bareng cari solusinya. Dengan apa ? Bikin dunia ketawa biar orang nggak gampang sakit. Yo..., bareng-bareng nulis cerita-cerita yang lucu yang kita alami atau orang lain alami supaya banyak orang membaca dan terhibur hatinya. STRESS HILANG (STRESSHIL) badan jadi sehat, umur tambah panjang juga !!!!!!!!!!!!!!!!!
TRESSHIL !!!!!!!!!
 

ujung bawah

gubhug reyot
Add to Technorati Favorites
Search Engine Optimization SEO